Berita Kekalahan Jepang

BERITA KEKALAHAN JEPANG 

Oleh : Emma Ayu Lirani, Pt. Astini, Kd. Wiwin Andriani, Kd. Pipin Primayani dan Pt. Hady Renanda

PENDAHULUAN

Di negara dengan luas wilayah sebesarIndonesiadengan penjagaan yang ketat oleh tentara Jepang, tentu bukan perkara mudah mengabarkan berita kekalahan Jepang ke seluruh penjuru Nusantara pada tahun 1945. Karena pada saat itu, melalui siaran radio semua informasi baik dari dalam maupun luar dapat diakses oleh masyarakatindonesiapada khususnya. Satu-satunya stasiun radio yang ada hanyalah Hoso Kyoku, milik Dai Nippon. Perlahan-lahan tapi pasti, kabar maupun berita bisa didengar dan dapat disebarluaskan melalui stasiun radio yang ada diIndonesiamaupun stasiun radio luar negeri dengan menggunakan bahasa Jepang.

Pada tanggal 10 Agustus 1945, Jusuf muda yang bekerja sebagai reporter radio Hoso Kyoku di Jalan Medan Merdeka Utara, merupakan salah satunya anak bangsa yang punya jasa menyebar luaskan berita kekalahan Jepang melalui  media radio keseluruh penjuru Nusantara. Berita tersebut diperkuat juga oleh kabar dari Adam Malik yang bekerja di kantor berita DOMEI. Tidak kalah penting adalah peran serta tokoh nasionalis seperti Sutan Syahrir, yang mendengar berita menyerahnya Jepang terhadap Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945.  Beliau menyampaikan berita itu kepada Soekarno-Hatta, mendesak kedua pemimpin bangsa tersebut untuk segera memproklamasikan kemerdekaanIndonesia.

Adapun yang menjadi tujuan penulisan tugas ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai penyebarluasan berita kekalahan Jepang terhadap sekutu.

POKOK BAHASAN

Media Radio

Radio di tahun 1945, merupakan media eletronik penyiaran berita yang didengar masyarakat luas, bahkan dunia dan satu-satunya alat yang sangat canggih pada saat itu. Di negara dengan luas wilayah sebesarIndonesia, tentu bukan perkara mudah mengabarkan berita kekalahan Jepang ke seluruh penjuru Nusantara pada tahun 1945. Hanya radiolah yang bisa menjangkau seluruh pelosok negeri. Kala itu satu satunya stasiun radio yang ada hanyalah Hoso Kyoku, milik Dai Nippon.  Lalu bagaimana kabar kekalahan Jepang bisa disebarluaskan?

Sebenarnya kekalahan Jepang sudah terjadi pada tanggal 6 Agustus ketika bom atom pertama AS membakar kota Hiroshima yang menewaskan 70 ribu dari 350 penduduk Hiroshima dan ketika berita bom atom kedua sudah dijatuhkan di Nagasaki menewaskan 75 ribu penduduk Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 19945, akhirnya Jepang menyerah kepada Sekutu. Kabar tentang menyerahnya Jepang disampaikan oleh Mochtar Lubis yang juga bekerja di radio tersebut di bagian monitoring. Mochtar adalah satu-satunya orangIndonesiayang diizinkan mendengarkan siaran radio asing, kemudian berita tersebut dapat disiarkan kembali kepenjuru tanah air (Anna, http://www.republika).

Peran Penyiar Berita (Reporter)

Reporter merupakan orang yang bekerja pada salah satu penyiaran berita melalui media elektronik radio. Tugas atau perannya adalah menyampaikan berita penting yang akurat dan faktual kepada masyarakat, warga dan bahkan pada dunia. Pada tahun 1945 saat menjelang kemerdekaan Indonesia, reporter radio menjadi kunci tersebarnya informasi yang secara langsung didengar oleh masyarakat banyak karena pada saat itu media cetak seperti surat kabar sangat terbatas dimilki masyarakat. Salah satu contoh reporter tahun 1945 adalah seorang pria muda bernama Jusuf Ronodipuro yang kala itu bekerja di Hoso Kyoku Jakarta(Radio Militer Jepang di Jakarta), mengumandangkan pesan penting seperti kekalahan Jepang dari sekutu. Peran lainnya adalah meliput dan memburu berita di lapangan, baik politik, sosial, ekonomi maupun kebudayaan seperti mendapat tugas untuk meliput kedatangan Bung Karno dan Bung Hatta di Bandara Kemayoran sepulang dari Saigon (Anna, http://www.republika). Dalam liputan Jusuf, beberapa utusan golongan muda di antaranya Sukarni, Chaerul Saleh, AM. Hanafi ikut menjemput dan mendesak Soekarno-Hatta agar segera menyatakan kemerdekaan. Berita-berita tersebut tidak dibiarkan begitu saja oleh seorang Jusuf dan dicatat sebagai bahan berita utama dalam penyiaran di radionya.

 

Ancaman dari pihak Jepang kepada para penyiar berita

Kekalahan Jepang pada tanggal 15 Agustus 1945 terhadap Sekutu sangat dirahasiakan diIndonesia. Memurut Kurnia (2007) dalam IPS terpadu menjelaskan, waktu itu rakyat hanya boleh mendengar berita-berita yang bersumber dari Jepang dan kebanyakan berisi propaganda. Maka itu datanglah ancaman dari Jepang yang menghendaki semua radio disegel dan mereka yang mendengar siaran luar negeri dianggap ‘mata-mata musuh’ dan bisa dihukum mati. Ditengah-tengah ancaman ini, ada gerakan bawah tanah dipimpin Sutan Syahrir yang mendengar menyerahnya Jepang. Setelah dicek kepada Laksamana Maeda di kantornya Jalan Merdeka Timur (Direktorat Jenderal Perhubungan Laut), petinggi Jepang ini membenarkan berita tersebut. Namun ia menegaskan belum menerima kabar langsung dariTokyo.

 

Peran gerakan bawah tanah

Gerakan bawah tanah adalah gerakan para pemuda yang dipimpin oleh Sutan Syahrir, sebagian besar anggota gerakan ini adalah dari kalangan pemuda. Menurut Kurnia (2007) didalam IPS terpadu menulis, bahwa gerakan ini bertugas untuk memata-matai setiap gerak-gerik Jepang. Anggota gerakan bawah tanah yang paling berjasa adalah Sutan Syahrir. Ia merupakan orang yang mendengar dan menyampaikan berita tentang kekalahan Jepang, tidak banyak orang yang mendengarnya karena berita ini disiarkan oleh stasiun radio luar negeri dengan menggunakan bahasa Jepang hanya Syahrirlah yang mampu mengerti bahasa Jepang, maka itu pada tanggal 15 Agustus 1945 Syahrir bermaksud memberi tahu berita penting itu kepada Soekarno-Hatta dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat yang pada saat itu baru saja pulang dari Dallath, Vietnam memenuhi undangan Panglima Tertinggi Tentara Jepang di Asia Tenggara, Marsekal Terauchi. Pada zaman pendudukan Jepang, semua partai politik dibubarkan. Setelah pembubaran itu, sebagian tokoh partai mengadakan gerakan bawah tanah (ilegal).

Martoji (2006) dalam Sejarah 2 menambahkan, bahwa kegiatan yang mereka lakukan secara sembunyi-sembunyi, antara lain :

  1. Menjalin komunikasi untuk memelihara semangat nasionalisme.
  2. Menyiapkan kekuatan yang diperlukan untuk menyambut Kemerdekaan Indonesia.
  3. Memprobagandakan semangat dan kesiapan untuk merdeka di kalangan rakyat
  4. Memantau perkembangan Perang Asia Pasifik melalui siaran radio luar negeri.

Tokoh-tokoh penting menjelang detik-detik proklamasi

            Tokoh-tokoh penting semenjak menyerahnya Jepang hingga menjelang detik-detik proklamasi diantaranya; Laksamana Maeda, Soekarno-Hatta, Sutan Syahrir, Jusuf Ronodipuro dan Chaerul Saleh. Laksamana Maeda adalah pejabat tinggi dari pihak Jepang, beliau merupakan orang yang berjasa dimana rumahnya dijadikan sebagai tempat penyususunan teks proklamasi. Dari pihakIndonesia adalah Soekarno-Hatta, kedua tokoh nasionalis ini berperan penting dalam mempersiapkan teks proklamasi kemerdekaan RI. Karena perbedaan perspektif antara golongan tua dan golongan muda mengenai waktu kemerdekaan, beliau sempat diasingkan ke Rengasdengklok. Sutan Syahrir yang berperan penting membawa informasi kekalahan Jepang kepada Soekarno-Hatta, Chaerul Saleh yang merupakan tokoh nasionalis dari golongan muda yang dipercaya memimpin beberapa pertemuan guna menanggapi situasi yang berkembang pascatersebarnya berita kekalahan Jepang. Jusuf Ronodipuro yang berjasa mengudarakan teks proklamasi sehingga siarannya tertangkap di Singapura dan di seluruh dunia (Anna, http://www.republika).

KESIMPULAN

 Berita kekalahan Jepang tidak terlepas dari peranan media radio, penyiar berita (reporter),  para pejuang gerakan bawah tanah dan tokoh-tokoh nasionalis dari pihak Jepang maupun pihakIndonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUTAKA

 

Kurnia, A., 2007. IPS Terpadu 2B. Semester kedua SMP kelas VIII. Dicetak oleh : Ghalia Indonesia Printing. Hal. 4 – 22.

Anna, L.K., 2008. Situs Internet http://www.republika­-online. 8 halaman.

Matroji, 2006. Sejarah 2. SMP kelas VIII. Penerbit : Erlangga. Percetakan : PT Gelora Aksara Pratama. Hal. 153 – 154.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: